Awal Mula Tanjung Gelam, Tanjung Rambut Dan Desa Pongkar Karimun Berikut Kisahnya!!
Daftar Isi
LIPUTANKEPRINEWS.COM - Dikisahkan asal-muasal nama daerah di Kabupaten Karimun seperti Tanjung Gelam dan Tanjung Rambut, yang sekarang lebih dikenal dengan kawasan wisata
“ Cosatal Area “.
Sepenggal kisah, yang mana pada masa dahulu ada dua orang bersaudara yng tinggal di daerah tersebut hidup sebagai nelayan sehari hari menangkap dan mencari ikan sebagai mata pencaharian mereka.
Suatu ketika mereka sedang mencari ikan di laut dua bersaudara tersebut terlibat perkelahian, di picu dari salah seorang dari meraka yang sedang “bersiul”,dikarenakan “petuah” larangan untuk bersiul ketika sedang menangkap ikan di daerah tersebut,
dan pada akhirnya salah satu dari meraka yang bersiul tersebut jatuh kelaut ( tenggelam), melihat saudaranya jatuh kelaut, Iapun lalu berusaha untuk menolong, setelah dilakukan pencaharian seharian akhirnya saudara kandung itu tersebut hanya mendapatkan beberapa helai Rambut, baju dan celana dari saudaranya yang tenggelam tersebut, lalu rambut tersebut pun di makamkan nya dekat daerah tempat tinggal mereka Kampung Nelayan,dan sampai sekarang tempat tersebut masih ada di daerah antara Tanjung Gelam dan Tanjung Rambut yang ada menara suar nya.
Sedangkan asal-muasal sejarah nama Kampung atau Desa Pongkar yang terletak di Kabupaten Karimun Kecamatan Tebing, diceritakan bahwa pada zaman dahulu dikarenakan daerah ini sering menjadi tempat berlabuhnya kapal kapal pedagang dari berbagai negara seperti Gujarat dan Asia Timur yang melintasi Selat Malaka.
Dan berhubungan dengan cerita asal muasal nama Pulau yang ada Karimun Versi yang kedua dimana para pedagang berlabuh untuk mencari air dan mengisi perbekalan makanan mereka sebelum melanjutkan pelayanan berikutnya.
Di daerah ini juga terdapat Batu Besar dan juga Sumur Tua pertama yang ditemukan para pedagang yang tidak pernah kering serta juga airnya tidak asin meski terletak di pinggir pantai.
Dikarenakan daerah ini selalu ramai di singgahi oleh kapal pedagang asing untuk keperluan Bongkar muat hasil dagangan pada masa lalu, sehingga sekarang daerah ini pun lama kelamaan untuk penyedap pemanggilan kawasan maka nama Bongkar telah dirubah dan dikenal dengan nama kampung atau desa yaitu “Pongkar”.
Pongkar ini berkaitan dengan penambangan timah ketika itu, yang penduduknya tidak seramai sekarang.
Masyarakat Pongkar banyak bergantung hidup pada penambangan timah ketika itu,namun ada juga nelayan, pencari rotan,bercocok tanam Serta berkebun.
Desa Pongkar masih berterusan dengan Desa Pelambung yang masih setanah dengan Pongkar.
Pongkar sendiri sejak dahulu memiliki tempat wisata air terjun hingga sekarang,selain itu juga memiliki pantai ketam yang panjang nan bersih,pemilik pantai Pongkar masih dikuasai oleh penduduk setempat asli bangsa Melayu.
Menurut beberapa sumber yang berhasil di himpun informasi, bahwasanya masyarakat setempat akan membuat agro wisata hutan dan akan membangun bendungan mini di pantai ketam, menurut sumber kepada media ini mereka sampai kan beberapa Minggu yang lalu.
Sejarah penamaan Pongkar berubah Pongkar di selaraskan dengan penyedap pemanggilan, antara bongka dan Pongka dalam logat Melayu Karimun sesuai alur sejarahnya.
Hingga sekarang Desa' Pongkar telah maju apa lagi akses jalannya cukup lebar sesuai harapan masyarakat nya.
By : Aman.
Senang sekali kiranya pembaca sekalian menambahkan jika ada kekurangan terkait kisah di atas☝️
Posting Komentar