Dugaan Pungli Mencuat, Wali Murid Desak Pencopotan Kepsek SMAN 1 Babelan.

Table of Contents

LIPUTANKEPRINEWS.COM– Sejumlah orang tua murid SMAN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, mendesak Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat untuk mencopot Kepala Sekolah SMAN 1 Babelan, Woro Sawitri. Desakan ini muncul setelah adanya keluhan terkait dugaan pungutan sejumlah uang yang dinilai memberatkan Wali dan murid serta tidak transparan, Jumat 29/11/2024.

Menurut informasi yang himpun, pihak sekolah meminta kontribusi keuangan dari siswa dengan rincian sebagai berikut : 

*Rp. 200 ribu untuk program Adiwiyata
*Rp. 100 ribu untuk kesehatan
*Rp. 300 ribu untuk ekstrakurikuler
*Rp. 500 ribu untuk pengembangan mutu *Rp. 2,2 juta untuk program Studi Kampus            ke Yogyakarta yang telah terealisasi                pada Mei 2024 lalu.

Salah Satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya. “Kami merasa terbebani dengan pungutan-pungutan ini, apalagi tidak semua orang tua mampu secara ekonomi. Kalau benar untuk pendidikan, kenapa tidak transparan atau dikomunikasikan lebih awal?” ujarnya.

Orang tua juga mempertanyakan dasar hukum pungutan tersebut, mengingat janji pemerintah terkait pendidikan gratis di Sekolah Negeri. “Kami meminta Kadisdik Jawa Barat turun tangan, mencopot Kepala Sekolah, dan segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan pungutan liar ini. Kalau tidak, kepercayaan terhadap sistem pendidikan akan terus menurun,” tegas salah satu orang tua murid lainnya.

Respons Sekolah dan Kadisdik
Hingga berita ini diturunkan, pihak humas SMAN 1 Babelan, Kostaria Panjaitan, belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, sumber internal sekolah menyebut bahwa pungutan tersebut bertujuan mendukung berbagai program peningkatan kualitas siswa dan sekolah.

Orang tua juga melaporkan bahwa untuk kegiatan siswa kelas 12 mendatang, sekolah telah merapatkan rincian biaya tambahan, dengan total pungutan mencapai Rp. 2,9 juta. Biaya tersebut meliputi 

*Rp. 300 ribu untuk career day
*Rp. 100 ribu untuk kesehatan
*Rp. 300 ribu untuk pengembangan mutu, *Rp. 300 ribu untuk buku kenangan  
*Rp. 500 ribu untuk bimbingan PTN                      (opsional), 
*Rp. 1,3 juta untuk pelepasan serta wisata           budaya ke Bandung.

Polemik Transparansi
Dalam rapat tersebut, pihak sekolah juga meminta orang tua untuk tidak menyebarkan rincian biaya ke pihak luar. Pesan tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa sekolah berupaya menutupi informasi penting. “Bapak ibu, mohon rincian ini tidak disebarkan, cukup untuk kebutuhan internal grup saja. Khawatir ada penyalahgunaan di luar,” demikian pesan yang diterima orang tua.

Harapan para orang tua berharap Dinas Pendidikan Jawa Barat segera turun tangan, mengusut tuntas dugaan pungli ini, dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran. Kasus ini mencerminkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana sekolah untuk memastikan prinsip pendidikan gratis dan berkualitas tetap terjaga.

(Red)

Posting Komentar