📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun Gagas Pembentukan DESTANA di Pulau Kundur, Didukung Berbagai Organisasi Masyarakat dan Koperasi

Daftar Isi
"Desa Tangguh Bencana bukan sekadar program pemerintah, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk membangun masyarakat yang siap, tangguh, dan mampu melindungi diri dari ancaman bencana melalui semangat gotong royong dan kolaborasi."

Karimun | Liputankeprinews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Gagasan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-DAMKAR) Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, S.E., M.Si., untuk membentuk Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di wilayah Pulau Kundur disambut positif oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta unsur koperasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih kuat, berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di wilayah Kecamatan Kundur dan sekitarnya.

Sejumlah organisasi yang menyatakan dukungan terhadap pembentukan DESTANA di Pulau Kundur di antaranya Organisasi Indahnya Bersujud, Perguruan Seni Pencak Silat Pangean Laman Anak Berempat, Pendiri Organisasi Masyarakat Kepulauan Kundur (MKK), Dewan Pimpinan Cabang Rumpun Melayu Bersatu Kepulauan Kundur (DPC RMBKK), unsur koperasi, Tim Sidak Kecamatan Kundur, Pengawas Kumpulan Ternak Kepulauan Kundur, Hulu Balang Kepulauan Riau Kecamatan Kundur, serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Tokoh masyarakat Kundur, Datok Sadri, S.T., yang dikenal aktif membina berbagai organisasi kemasyarakatan di wilayah tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun dalam menggagas pembentukan Desa Tangguh Bencana.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, tetapi juga membangun budaya sadar bencana yang sangat dibutuhkan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

«"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bapak Dedi Sahori, S.E., M.Si. atas inisiatif pembentukan Desa Tangguh Bencana di Pulau Kundur. Program ini sangat bermanfaat karena akan meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kapasitas masyarakat, serta membangun budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai potensi bencana," ujar Datok Sadri.»

Ia menegaskan bahwa berbagai organisasi masyarakat di Pulau Kundur siap berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pembentukan DESTANA, mulai dari sosialisasi, edukasi, pelatihan relawan, penyusunan dokumen kebencanaan desa, hingga pelaksanaan simulasi dan kegiatan mitigasi berbasis masyarakat.

«"Seluruh organisasi yang kami bina siap bersinergi bersama pemerintah daerah. Kami berharap program ini tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat direalisasikan secara bertahap sehingga seluruh desa di Pulau Kundur memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman bencana secara mandiri," tambahnya.»

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan Desa Tangguh Bencana merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ketahanan masyarakat dari tingkat desa melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat merupakan unsur pertama yang berada di lokasi ketika bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat respons, mengurangi risiko korban, serta meminimalkan dampak sosial maupun ekonomi akibat bencana.

«"Program DESTANA merupakan investasi sosial jangka panjang untuk membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman bencana. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan," ujar Dedi Sahori.»

Ia menjelaskan, melalui Program DESTANA setiap desa diharapkan memiliki kelembagaan kebencanaan yang kuat, relawan yang terlatih, dokumen Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana Desa, Rencana Kontinjensi, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, hingga mekanisme koordinasi yang jelas dalam menghadapi keadaan darurat.

Dedi Sahori juga mengapresiasi dukungan yang diberikan berbagai organisasi masyarakat di Pulau Kundur. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan modal utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

«"Dukungan dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, koperasi, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat menjadi energi positif bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan penyelamatan dan perlindungan masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Karimun," katanya.»

Program pembentukan DESTANA di Pulau Kundur diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis serta tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai organisasi sosial, Kabupaten Karimun diharapkan mampu mewujudkan desa-desa yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih adaptif dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa mendatang.

Dukungan luas dari berbagai organisasi kemasyarakatan tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi masih menjadi kekuatan utama masyarakat Pulau Kundur. Dengan sinergi yang terus diperkuat, pembentukan Desa Tangguh Bencana diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kebencanaan yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Karimun sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

---
(Redaksi).

Posting Komentar