Plafon SD Negeri 010 Teluk Bintan Rusak Berat, Kepsek Khawatir Ancam Keselamatan Siswa
Daftar Isi
"Keselamatan siswa tidak boleh menunggu hingga terjadi musibah. Perbaikan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas sebelum ada korban."
Bintan, Kepri | Liputankeprinews.com – Kondisi bangunan SD Negeri 010 Teluk Bintan, Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, dinilai sangat memprihatinkan. Kerusakan berat terlihat pada bagian plafon di sejumlah titik, baik di area luar bangunan maupun di ruang-ruang belajar yang setiap hari digunakan oleh para siswa.(30/7/2026).
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan sejak beberapa bulan lalu. Selain melalui penyampaian langsung, laporan juga telah diinput melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun hingga kini, perbaikan maupun tindak lanjut belum terealisasi.
Kepala SD Negeri 010 Teluk Bintan, Alim, mengaku khawatir kerusakan plafon tersebut dapat membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
«"Kami sangat khawatir apabila sewaktu-waktu papan plafon yang sudah rusak itu jatuh dan mengenai siswa. terlebih kala musim hujan Harapan kami, Dinas Pendidikan segera mengambil langkah perbaikan karena kondisi ini menyangkut keselamatan anak-anak saat mengikuti kegiatan belajar mengajar," ujarnya.»
Alim menambahkan, sekolah tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan menyeluruh menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mengingat dana tersebut terbatas dan harus dialokasikan untuk berbagai kebutuhan operasional pendidikan.
«"Kalau hanya mengandalkan dana BOS tentu tidak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan yang cukup berat seperti ini," tambahnya.»
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan juga pernah meninjau langsung kondisi sekolah tersebut. Kunjungan itu tercatat dalam buku tamu sekolah pada Kamis, 5 Februari 2026, sehingga kondisi kerusakan disebut telah diketahui oleh instansi terkait.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan salah seorang wali murid saat menjemput anaknya di sekolah. Ia mengaku waswas melihat kondisi plafon yang tampak rusak dan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa.
"Saya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Jangan sampai menunggu ada korban baru ditangani," ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan serta pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan mengenai tindak lanjut atas laporan kerusakan tersebut.
---
(Martin).
Posting Komentar