Kelangkaan Pertalite di Lampung Barat Dikeluhkan Warga, Aparat Diminta Lakukan Pengawasan Distribusi

Table of Contents

Lampung Barat | Liputankeprinews.com – Masyarakat di Kabupaten Lampung Barat mengeluhkan sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dalam beberapa waktu terakhir.(4/6/2026).

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja dan menjalankan usaha.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun pada Rabu (3/6/2026), sejumlah kios pengecer di beberapa wilayah dilaporkan kehabisan stok Pertalite. 

Akibatnya, warga harus mencari BBM ke berbagai lokasi dengan jarak yang lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan transportasi maupun aktivitas ekonomi mereka.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite, terutama di daerah yang berada jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kelangkaan tersebut dirasakan cukup memberatkan, khususnya bagi petani, pelaku usaha mikro, serta pengguna kendaraan roda dua yang selama ini mengandalkan BBM bersubsidi.

Di sisi lain, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa pasokan Pertalite dari pihak Pertamina secara umum masih tersedia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga terkait proses distribusi hingga ketersediaan BBM bersubsidi di tingkat pengecer maupun SPBU.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan pengawasan di lapangan guna memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Selain itu, warga juga meminta instansi pengawas serta aparat penegak hukum melakukan pengawasan lebih intensif untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses penyaluran.

"Kami berharap pihak kepolisian, Pertamina, serta instansi terkait dapat segera turun tangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan Pertalite di Lampung Barat. Jika stok memang tersedia, maka distribusinya harus dipastikan sampai kepada masyarakat yang berhak menerima," ujar salah seorang warga.

Warga berharap pemerintah, Pertamina, dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut sehingga ketersediaan Pertalite kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

---
(S.Yanto).

Posting Komentar